Jalan Pantura Jatisari Rusak Parah, Warga Geram hingga Gelar Aksi Protes

- Penulis

Senin, 2 Februari 2026 - 13:42

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang | Lintaskarawang.com – Kondisi Jalan Pantura di wilayah Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang, mengalami kerusakan parah. Jalan berlubang di sejumlah titik dikeluhkan warga dan para pengguna jalan karena kerap menyebabkan kecelakaan lalu lintas, khususnya bagi pengendara sepeda motor.

Kerusakan jalan tersebut dinilai sudah sangat membahayakan. Dalam beberapa waktu terakhir, kecelakaan lalu lintas dilaporkan sering terjadi di sepanjang jalur Pantura Jatisari, bahkan sebagian insiden menimbulkan korban luka hingga meninggal dunia.

Akibat seringnya insiden kecelakaan, warga sekitar pun mulai merasa geram. Sejumlah warga menggelar aksi unjuk rasa pada Senin (2/2/2026) di sepanjang Jalan Pantura Jatisari sebagai bentuk protes dan tuntutan agar pemerintah segera turun tangan melakukan perbaikan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warga menilai kerusakan jalan dibiarkan terlalu lama tanpa penanganan yang serius. Padahal, Jalan Pantura merupakan jalur vital nasional yang setiap harinya dilintasi kendaraan pribadi, angkutan umum, hingga kendaraan berat bermuatan besar.

Camat Jatisari, Surisno, mengatakan pihaknya telah melaporkan kondisi jalan tersebut kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Ia menegaskan bahwa Jalan Pantura berstatus sebagai jalan nasional, sehingga penanganannya berada di bawah kewenangan pemerintah pusat dan provinsi.

Baca Juga:  Jalan Pantura Rusak Parah, Nurdin Syam: Keselamatan Rakyat Dikorbankan Atas Nama “Efisiensi”

“Sudah kami laporkan ke provinsi, karena ini kondisi darurat dan harus segera direalisasikan. Korban juga sudah banyak,” ungkap Surisno saat dikonfirmasi.

Selain kerusakan jalan, Surisno juga mengeluhkan keberadaan kendaraan bermuatan besar yang kerap parkir di pinggir jalan saat berlangsungnya razia timbangan oleh Dinas Perhubungan (Dishub). Kondisi tersebut dinilai semakin memperparah situasi lalu lintas.

“Kalau timbangan Dishub dibuka, kendaraan bermuatan besar parkir di pinggir jalan. Itu mengakibatkan tembok pagar warga menjadi miring,” katanya. Menurutnya, setiap kali penertiban dilakukan, banyak truk besar memilih berhenti dan berbaris di badan jalan sambil menunggu razia selesai.

Bahkan, Surisno menduga adanya pihak yang membocorkan informasi razia sehingga kendaraan berat menghindari pemeriksaan. Ia pun berharap Dishub tidak hanya berjaga di area timbangan, tetapi juga menertibkan truk-truk yang parkir sembarangan di sepanjang Jalan Pantura karena sangat mengganggu ketertiban, membahayakan keselamatan, serta merusak lingkungan sekitar. (LK)

Berita Terkait

Tiga RSUD Karawang Raih Terbaik I Helaran Budaya, Bukti Kekompakan Layanan Publik
Diduga Kain Tampon Tertinggal di Rongga Hidung Pasien, Kuasa Hukum Soroti Penanganan RS Citra Sari Husada dan Minta DPRD Karawang Turun Tangan
Diduga Ada Mark-Up Anggaran Rehabilitasi SDN Solokan I Pakisjaya, Proyek Rp327 Juta Disorot
Warga Mulyajaya Soroti Aset dan Dana Desa Rp190 Juta, Inspektorat Diminta Tegak Lurus
Lebih Praktis! TANGKAR Resmi Jadi SuperApp untuk Semua Layanan Publik Karawang
Wakil Abo Bongkar Polemik Beras Bapanas di Rengasdengklok Selatan: Beras 90 karung di GOR, Warga Mengaku Belum Kebagian
Sungai Perbatasan Cilamaya–Ciasem Dikeluhkan Berbau Menyengat, Warga Minta DLHK Turun Tangan
Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Proyek Jalan Poros Tanjung Mekar Rp189 Juta Disorot Warga
Berita ini 0 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 10:39

Tiga RSUD Karawang Raih Terbaik I Helaran Budaya, Bukti Kekompakan Layanan Publik

Kamis, 17 September 2026 - 15:05

Diduga Ada Mark-Up Anggaran Rehabilitasi SDN Solokan I Pakisjaya, Proyek Rp327 Juta Disorot

Rabu, 16 September 2026 - 05:14

Warga Mulyajaya Soroti Aset dan Dana Desa Rp190 Juta, Inspektorat Diminta Tegak Lurus

Rabu, 16 September 2026 - 02:32

Lebih Praktis! TANGKAR Resmi Jadi SuperApp untuk Semua Layanan Publik Karawang

Selasa, 15 September 2026 - 04:35

Wakil Abo Bongkar Polemik Beras Bapanas di Rengasdengklok Selatan: Beras 90 karung di GOR, Warga Mengaku Belum Kebagian

Jumat, 11 September 2026 - 04:25

Sungai Perbatasan Cilamaya–Ciasem Dikeluhkan Berbau Menyengat, Warga Minta DLHK Turun Tangan

Jumat, 11 September 2026 - 04:12

Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Proyek Jalan Poros Tanjung Mekar Rp189 Juta Disorot Warga

Jumat, 11 September 2026 - 02:35

DPRD Karawang Resmi Dukung Draft RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Berita Terbaru