Ramai Kibarkan Bendera One Piece di Momen 17 Agustus, Netizen: Simbol Perlawanan, Asal Tak Lebih Tinggi dari Merah Putih

- Penulis

Sabtu, 2 Agustus 2025 - 06:07

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Screenshot dari akun Tiktok @digitalguidea

Screenshot dari akun Tiktok @digitalguidea

Karawang, Lintaskarawang.com – Momen peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-80 pada 17 Agustus 2025 diramaikan oleh fenomena unik sekaligus kontroversial. Di berbagai daerah, terlihat sejumlah warga – terutama generasi muda – mengibarkan bendera bajak laut ala One Piece, lengkap dengan lambang tengkorak topi jerami milik karakter Luffy. Salah satu video yang menjadi sorotan beredar melalui akun TikTok @digitalguidea, menampilkan suasana perayaan kemerdekaan dengan bendera tersebut dikibarkan berdampingan dengan bendera Merah Putih.

Unggahan itu disertai narasi menohok: “Merdeka versi siapa? Rakyat kecil malah kibarkan bendera bajak laut (One Piece).” Sontak, perdebatan pun memanas di jagat maya.

Salah satu netizen, @Ryan Adalah CandilLl, memberi komentar yang menenangkan. “Silakan mau pasang bendera apa pun, tolong jangan sampai lebih tinggi dari Merah Putih. Karena Merah Putih bukan simbol pejabat tapi simbol bangsa ini. Jika Ayahmu berbuat salah, maka janganlah engkau membakar rumahnya, karena di sana ada Ibu, adik, dan kakakmu yang ikut berlindung. Terlebih rumah itu warisan dari nenek moyangmu, yang dibangun dengan darahnya agar anak cucunya tak kehujanan dan kepanasan.”

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Komentar itu pun mendapat respons positif dari @digitalguidea yang mengklarifikasi bahwa aksi pengibaran bendera One Piece bukan bentuk penghinaan, tapi ekspresi kritik sosial. “Merah Putih tetaplah berkibar di atas bendera One Piece. Tapi untuk saat ini mohon izin, tanpa mengurangi rasa hormat kami kepada jasa para pahlawan,” tulisnya.

Baca Juga:  HARAPAN MR. KIM: KONI KARAWANG DIPIMPIN ATLET TANPA RANGKAP JABATAN POLITIK

Sementara itu, netizen lain @Zakki memberikan penjelasan soal filosofi bendera One Piece. “Di dunia One Piece, para bajak laut bukan sekadar penjahat. Banyak dari mereka justru jadi simbol perlawanan terhadap ketidakadilan, tirani, dan kekuasaan yang sewenang-wenang. Mungkin itulah kenapa sekarang banyak rakyat Indonesia yang ‘mengibarkan’ bendera One Piece. Bukan hanya karena mereka fans anime, tapi karena ada rasa kecewa dan muak yang nyata terhadap sistem yang ada,” katanya.

Ia juga mengutip Gus Dur: “Kalian boleh mengibarkan bendera lain, tapi jangan lebih tinggi dari bendera Merah Putih.”

Fenomena ini menandakan gelombang ekspresi kebebasan berekspresi masyarakat yang juga dibalut kritik sosial, selama tetap menjunjung tinggi simbol nasional. Meski menimbulkan pro dan kontra, banyak pihak yang melihatnya sebagai sinyal agar pemerintah lebih peka terhadap suara rakyat kecil.

“Bendera boleh apa saja, tapi Merah Putih tetap tertinggi. Simbol bangsa tak boleh dilupakan, tapi aspirasi rakyat juga tak bisa dibungkam,” tulis seorang warganet lainnya. (LK)

 

Berita Terkait

Tiga RSUD Karawang Raih Terbaik I Helaran Budaya, Bukti Kekompakan Layanan Publik
Diduga Kain Tampon Tertinggal di Rongga Hidung Pasien, Kuasa Hukum Soroti Penanganan RS Citra Sari Husada dan Minta DPRD Karawang Turun Tangan
Diduga Ada Mark-Up Anggaran Rehabilitasi SDN Solokan I Pakisjaya, Proyek Rp327 Juta Disorot
Warga Mulyajaya Soroti Aset dan Dana Desa Rp190 Juta, Inspektorat Diminta Tegak Lurus
Lebih Praktis! TANGKAR Resmi Jadi SuperApp untuk Semua Layanan Publik Karawang
Wakil Abo Bongkar Polemik Beras Bapanas di Rengasdengklok Selatan: Beras 90 karung di GOR, Warga Mengaku Belum Kebagian
Sungai Perbatasan Cilamaya–Ciasem Dikeluhkan Berbau Menyengat, Warga Minta DLHK Turun Tangan
Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Proyek Jalan Poros Tanjung Mekar Rp189 Juta Disorot Warga
Berita ini 27 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 09:33

Pipik Taufik Ismail Serap Aspirasi Driver Ambulans Desa Karawang Utara, Siap Perjuangkan Payung Hukum dan Legalitas Resmi

Senin, 21 September 2026 - 06:25

Apel Pagi Pemkab Karawang, Bupati Tutup Rangkaian Hari Jadi ke-393 dan Sekda Soroti Penyerapan Anggaran Triwulan III

Senin, 21 September 2026 - 06:18

HUT Karawang ke-393 Ditutup Meriah, Ribuan Warga Padati Hareudang Fest dan Bergoyang Bersama Ade Astrid

Senin, 21 September 2026 - 06:15

Bupati Aep Resmikan Jembatan Harmoni Mas, Permudah Akses dan Dongkrak Mobilitas Warga Telukjambe Timur

Senin, 21 September 2026 - 06:13

Perkuat Toleransi, Pemkab Karawang Gelar “Bupati Menyapa” dan Deklarasi Harmoni Nusantara Sambut HUT Karawang ke-393

Senin, 21 September 2026 - 06:08

ORARI Semarakkan Hari Jadi Karawang ke-393, Bupati Aep: Terus Hadir Saat Masyarakat Membutuhkan

Senin, 21 September 2026 - 06:05

Bupati Aep Tegaskan Grand Final Mojang Jajaka Karawang 2026 Bebas Intervensi, Penilaian Murni Berdasarkan Potensi

Senin, 21 September 2026 - 05:55

Pemkab Karawang Gelar Lomba Cipta Menu B2SA, Dorong Pemanfaatan Pangan Lokal untuk Gizi Keluarga

Berita Terbaru