2 PC Muhammadiyah Meminta Membatalkan Agenda Peletakan Batu Pertama Pembangunan Pondok Pesantren Modern

2 PC Muhammadiyah Meminta Membatalkan Agenda Peletakan Batu Pertama Pembangunan Pondok Pesantren Modern

Foto bersama 2 PC Muhammadiyah,dan Elyassa Budianto Advokat
Foto bersama 2 PC Muhammadiyah dan Elyassa Budianto (Advokat)

Karawang, Lintaskarawang.com- Menjelang kedatangan Ketua Umum Muhammadiyah, Prof. Dr Haedar Nashir, 2 PC Muhammadiyah di Kabupaten Karawang, yakni PC Muhammadiyah Karawang Barat dan PC Karawang Timur untuk membatalkan agenda peletakan batu pertama pembangunan pondok pesantren modern yang rencananya bakal dilangsungkan di Guro III, Kelurahan Karawang Wetan, Kecamatan Karawang Timur, Sabtu (16/7/2022) siang.

Dikatakan oleh Ketua PC Muhammadiyah Karawang Barat Nino Sukarno, bahwa tanah yang menjadi lokasi pembangunan pesantren modern itu saat ini masih menjadi objek hukum yang penanganannya masih berjalan di Mapolda Jawa Barat.

Permintaan agar Haedar membatalkan agendanya untuk meletakan batu pertama di pesantren modern tersebut diungkapkan Nino bahwa Ia mewakili kader-kader Persyarikatan Muhammadiyah di Karawang Kota khususnya para pengurus PC Muhammadiyah di Karawang Barat dan Karawang Timur.

“Kami pimpinan cabang Muhammadiyah Karawang Barat dan Karawang Timur telah menyampaikan surat berupa keberatan Pak Haedar hadir di lokasi peletakan batu pertama,” kata Ketua PC Muhammadiyah Karawang Barat, Nino Sukirno kepada para awak media.

Nino menyarankan kehadiran Haedar di Karawang agar dialihkan ke lokasi lain, seperti menjadi agenda pengajian bersama para kader persyarikatan se-Karawang di Islamic Centre Muhammadiyah (Majis Al-Ghammar).

“Kami sangat senang dan menyambut baik jika ketua umum kami yang merupakan ulama sekaligus tokoh nasional berkunjung di Karawang. Tapi kalau kunjungan beliau di lokasi peletakan batu pertama ponpes modern, dan lokasi sebagaimana dimaksud itu masih dalam proses hukum, kami khawatir akan menjadi narasi, dan menjadi asumsi negatif,” ungkap Nino.

Di tempat yang sama, Elyassa Budianto yang merupakan Advokat senior di Kabupaten Karawang, menuturkan bahwa tanah yang akan didatangi oleh Haedar saat ini statusnya masih merupakan tanah yang masih menjadi objek hukum pada perkara dugaan penggelapan dan penyalahgunaan wewenang dalam jabatan yang menyeret nama Maman Kosman yang tidak lain Ketua PD Muhammadiyah Kab. Karawang saat ini.

“Tanah yang akan dijadikan lokasi peletakan batu pertama sertifikatnya masih atas nama Maman. Kalau atas nama Maman dan masih berproses hukum di Polda kenapa Maman harus menarik-narik ketua umum untuk hadir ke lokasi itu,” ungkap Elyassa kepada para awak media.

“Kami hanya ingin memberi tahu kepada ketua umum, Pak Haedar tanah ini sedang berperkara di kepolisian, kami sarankan aktivitas di hari Sabtu besok dialihkan ke tempat lain di Karawang dengan agenda pengajian atau tausyiah,” tuturnya.

Sementara itu Yudi selaku Wakil Ketua PC Muhammadiyah Karawang Barat menuturkan, selain status tanahnya masih menjadi objek hukum dalam perkara yang masih berjalan di kepolisian, sejauh ini status perizinan pendirian pondok pesantren modern terebut pun perlu dipertanyakan apakah sudah dimiliki atau belum.

“Lazimnya, setiap rencana pembangunan amal usaha Muhammadiyah, tentunya, sudah ditempuh dokumen perizinan sesuai aturan yang ada. Nah apakah ini sudah berizin atau belum? Wallahu a’lam,” pungkasnya.

 

(Opik)

error

Selamat Datang di Lintaskarawang.com ? Mohon di Share

RSS500
Follow by Email350
Facebook970
YouTube740
Instagram800
WhatsApp950
error: Dilarang mengcopy Paste !!!